HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar
Banner Ad Space

Roseola: Penyebab, Tanda-Tanda, Penanganan, Pencegahan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

roseola-doktersehat
Photo source: http://dimensionemedica.com/

DokterSehat.Com – Roseola ialah penyakit akibat infeksi virus ringan yang umum terjadi pada belum dewasa. Kondisi ini mampu ditandai dengan demam yang dibarengi dengan ruam merah. Apa penyebab roseola? Apa yg membedakan roseola dengan campak? Berikut adalah berbagai hal yang perlu dikenali  mengenai roseola atau roseola infantum.

Apa Itu Roseola?

Roseola infantum atau roseola yaitu infeksi virus yang menimbulkan demam tinggi yg dibarengi dengan ruam di kulit. Roseola kadang juga disebut dengan sixth disease dan mempunyai istilah medis exanthema subitum. Umumnya roseola terjadi pada anak-anak usia 6 bulan sampai 2 tahun. Hal ini lah yang menjadikan roseola juga tidak jarang disebut selaku roseola infantum.

Roseola jarang menyerang orang sampaumur sebab metode imunnya sudah cukup kuat bagi melawan virus penyebab roseola, sedangkan belum dewasa lebih rentan terhadap virus. Roseola ialah kondisi yg biasa dan infeksinya termasuk ringan dan tidak berbahaya.

Roseola infantum pada bayi dan anak jarang menjadikan tanda-tanda serius, bahkan sering kala tak menunjukkan tanda-tanda penyakit yg spesifik. Demam tinggi akhir roseola mampu menimbulkan komplikasi, tapi kondisi ini sangat jarang terjadi.

Penyebab Roseola

Penyebab penyakit roseola ialah bengkak virus. Roseola disebabkan oleh beberapa macam virus herpes ialah human herpesvirus 6 (HHV-6) dan human herpesvirus (HHV-7), namun yg lebih tidak jarang ialah HHV-6. Roseola dapat disebarkan dan menular melalui batuk atau bersin, tetapi tak ditularkan lewat kontak kulit.

Roseola virus dapat ditularkan sebelum gejalanya muncul. Roseola jarang mengakibatkan wabah dan dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun.

Gejala Roseola

Roseola ditandai dengan beberapa gejala. Jika anak terkena roseola, gejala roseola yg mungkin muncul yakni mirip berikut ini:

  • Sakit tenggorokan ringan, pilek, dan batuk, kelopak mata abses, dan diare ringan.
  • Demam tinggi, suhunya mampu mencapai 40°, demam mampu terjadi selama 3 sampai 4 hari sebelum dahulu menghilang dengan cepat. Demam bisa menyebabkan kejang pada dua kasus, tapi biasanya kejang tidak berbahaya.
  • Ruam merah muda yang lazimnya timbul di hari kelima setelah gejala permulaan muncul. Ruam lazimnya muncul setelah demam turun. Ruam akan muncul pada bagian batang badan mirip dada, perut, punggung, gres dahulu menyebar ke tangan dan kaki. Ruam biasanya sembuh sendiri dalam kurun waktu 2-3 hari.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Gejala roseola bisa berlawanan pada setiap anak. Terkadang bawah umur dapat menderita roseola dan tidak menunjukkan tanda-tanda apapun. Pada kasus lain terdapat kondisi di mana timbul demam, namun tidak diikuti dengan ruam.

Penaksiran Roseola

Penaksiran roseola dilakukan dengan cara menyaksikan pada tanda dan gejala yg timbul. Sayangnya gejala ini secara umum mirip dengan pada umumnya penyakit yang dialami belum dewasa, sehingga sukar bagi membedakannya.

Dokter mungkin mulai melihat roseola dengan cara menyaksikan pada bagaimana ruam timbul. Jika ruam belum muncul saat pemeriksaan pertama (saat tanda-tanda demam saja yang gres muncul), dokter lazimnya akan menghimbau orang renta bagi melihat apakah ada ruam yang muncul ditengah pengobatan bagi demam tersebut.

Cara lain untuk diagnosis roseola yakni dengan tes darah untuk menyelidiki adanya antibodi kepada roseola, namun kasus ini jarang terjadi.

Perbedaan Campak dan Roseola

Secara lazim campak dan roseola memiliki banyak kesamaan, baik dari segi gejala hingga penanganan. Beberapa perbedaan campak dan roseola adalah selaku berikut ini:

Roseola:

  • Ruam timbul di hari kelima sehabis tanda-tanda permulaan muncul.
  • Ruam muncul akan dari batang tubuh dan dibarengi dengan tangan dan kaki.
  • Masa inkubasi virus antara 5-15 hari.
  • Ruam muncul sesudah demam reda.

Campak:

  • Ruam muncul kurang lebih 3 hari setelah demam.
  • Ruam timbul akan dari batas rambut, baru kemudian menyebar ke segala badan.
  • Masa inkubasi antara 10-14 hari.
  • Ruam dapat timbul saat demam masih berlangsung.
  • Ditemukannya Koplik spot yang merupakan bintik putih kecil yang berada di mulut.

Penanganan Roseola

Penanganan roseola infantum pada bayi dan anak dilaksanakan dengan cara menangani gejalanya. Pemberian obat antivirus tidak lazim dijalankan alasannya metode imun tubuh seharusnya sudah mampu melawan virus tersebut.

Tindakan yg biasa dilaksanakan selaku penanganan roseola yaitu mirip berikut ini:

  • Pastikan badan anak terhidrasi dengan baik dan tidak mengalami kehilangan cairan tubuh. Pastikan anak mengonsumsi lebih banyak air putih.
  • Berikan obat buat menurunkan demam. Salah sesuatu jenis obat penurun demam yang paling lazim diberikan adalah Paracetamol.
  • Konsumsi pelengkap vitamin yg bisa meningkatkan sistem imun. Salah sesuatu kandungan suplemen yang dianjurkan yaitu suplemen dengan kandungan zinc.
  • Istirahat yg cukup dan tidak melaksanakan aktivitas di luar rumah bagi semantara waktu hingga kondisi membaik.

Banyak orang renta yg mengajukan pertanyaan, roseola infantum bolehkah mandi? Pernyataan bahwa roseola dan campak membuat kami tidak diperbolehkan mandi adalah mitos belaka. Mandi tak akan memperburuk keadaan roseola dan tidak mandi bukan termasuk ke dalam penanganan roseola.

Kapan Harus ke Dokter?

Penanganan buat roseola di atas yaitu penanganan yang dapat dikerjakan di rumah. Jika tanda-tanda tak membaik, segera konsultasikan kondisi anak ke dokter buat menerima penanganan lebih lanjut. Berikut ialah kondisi yg mewajibkan Anda ke dokter:

  • Demam tinggi melampaui 40°
  • Demam bertahan hingga melampaui 7 hari.
  • Ruam tak membaik setelah tiga hari.
  • Pada orang remaja yg sistem imunnya melakukan menurun, semestinya langsung hubungi dokter bila sedang kontak dengan penderita roseola.

Pencegahan Roseola

Tidak tersedia vaksin untuk roseola. Meskipun begitu, bukan bermakna roseola tak mampu dicegah. Langkah yg bisa dijalankan sebagai pencegahan roseola yakni seperti berikut ini:

  • Sebisa mungkin hindari kontak segera dengan seseorang yang terinfeksi roseola.
  • Jika anak Anda terkena roseola, cegah buat berjumpa dengan bawah umur yang lain untuk sementara waktu.
  • Menjaga kebersihan, salah satunya yaitu dengan mencuci tangan secara terencana mampu meminimalisir penyebaran virus.

Umumnya anak yg terkena roseola mulai memiliki antibodi dan bisa kebal terhadap infeksi kedua. Sedangkan orang akil balig cukup akal yg tak pernah terinfeksi pada masa anak-anak, dapat berpotensi terkena roseola, walaupun umumnya kondisinya ringan. Orang dewasa yang terinfeksi juga bisa menularkan virus pada anak-anak.

 

Informasi kesehatan ini sudah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia

 

Sumber:

  1. Roseola infantum – https://www.healthdirect.gov.au/roseola-infantum diakses 9 April 2019
  2. Roseola – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/roseola/symptoms-causes/syc-20377283 diakses 9 April 2019


Selain sebagai media isu kesehatan, kami juga menyebarkan artikel terkait bisnis.

Posting Komentar
Tutup Iklan
Floating Ad Space