HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar
Banner Ad Space

Penyakit Jantung Iskemik – Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

penyakit-jantung-iskemik-doktersehat

DokterSehat.Com– Penyakit jantung iskemik adalah penyempitan pembuluh darah arteri jantung yg disebut pembuluh darah koroner, sebagaimana halnya organ badan yang lain, jantung juga memerlukan zat kuliner dan oksigen agar bisa memompa darah ke seluruh badan. Pasokan zat masakan dan darah ini mesti senantiasa tanpa kendala alasannya jantung bersusah payah tanpa henti, pembuluh darah koroner lah yang mempunyai tugas untuk menyuplai darah ke jantung.

Di Indonesia penyakit jantung iskemik ialah pembunuh nomor satu dan jumlah kejadiannya terus berkembangdari tahun ke tahun, data statistik memperlihatkan bahwa persentase penderita penyakit jantung iskemik di Indonesia pada tahun 1992 yakni 16,5%, dan pada tahun 2000 melonjak menjadi 26,4%.

Penyebab Penyakit Jantung Iskemik

Penyakit jantung iskemik diprediksi akan dengan cedera atau kerusakan pada lapisan dalam arteri koroner. Kerusakan ini menyebabkan timbunan lemak berlebih menumpuk di lokasi cedera. Penumpukan ini terdiri dari kolesterol dan produk limbah sel yang lain. Akumulasi ini disebut aterosklerosis.

Jika cedera pecah, trombosit akan menggumpal di daerah tersebut, berusaha buat memperbaiki pembuluh darah. Gumpalan ini mampu menyumbat arteri, mengurangi atau membatasi ajaran darah, dan menimbulkan serangan jantung.

Faktor penyebab penyakit jantung iskemik adalah:

  • Merokok
  • Kadar kolesterol yg tinggi
  • Diabetes mellitus
  • Faktor genetik dan keturunan

Jadi, hal ini mampu diketahui bahwa kalau keluarga memiliki riwayat gagal jantung, ada kecenderungan bahwa Anda atau anak-anak Anda di abad depan kemungkinan akan menderita penyakit jantung iskemik.

Gejala Penyakit Jantung Iskemik

Arteri koroner menyempit tidak mampu menyuplai cukup darah yg dibarengi oksigen ke jantung, utamanya saat jantung berdetak kencang. Jika plak selalu menumpuk di arteri koroner, ini kemungkinan mengalami tanda dan tanda-tanda penyakit jantung iskemik, termasuk:

1. Angina

Adalah sesak, rasa sakit, atau ketidaknyamanan di dada yg terjadi saat area otot jantung mendapatkan oksigen darah lebih minim dari biasanya. Berikut ini yakni gejala angina:

  • Nyeri dada

Kondisi ini biasanya terasa mirip ditekan, sesak, rasa terbakar, atau nyeri di dada, yg biasanya dimulai di belakang tulang dada. Ad interim rasa sakit tidak jarang menyebar ke leher, rahang, tenggorokan, punggung, bahu, lengan, dan bahkan gigi.

  • Gejala terkait

Gejala angina lainnya termasuk gangguan pencernaan, mulas, berkeringat, lemas, kram, mual, dan sesak napas.

Berikut yakni beberapa macam penting angina, di antaranya:

  • Angina stabil

Ketidaknyamanan saat mengalami tanda-tanda penyakit jantung iskemik ini berlangsung dalam waktu singkat dan mungkin terasa mirip kembung atau gangguan pencernaan. Kondisi ini terjadi ketika jantung sedang pekerjaan lebih keras dari biasanya, mirip saat berolahraga. ANgina stabil mempunyai pola yg terstruktur dan bisa terjadi selama berbulan-bulan atau beberapa tahun.

  • Angina tak stabil

Ini lazimnya disebabkan pembekuan darah di arteri koroner. Angina tak stabil terjadi saat Anda beristirahat, berlangsung lebih usang, dan kemungkinan memburuk dari waktu ke waktu.

  • Varian angina

Jenis angina ini juga terjadi dikala istirahat dan umumnya parah. Kondisi ini terjadi dikala arteri kejang yg menyebabkannya mengencang dan menyempit, menghalangi pemikiran darah ke jantung. Penyebabnya termasuk stres, kedinginan, obat-obatan, merokok, atau penggunaan kokain.

2. Sesak napas (dispnea)

Penyakit jantung iskemik bisa menyebabkan sesak napas. Jika jantung dan organ-organ yang lain mengalami kekurangan oksigen, penderitanya mungkin mulai sulit bernapas atau terengah-engah.

3. Serangan jantung

Agresi jantung, atau infark miokard terjadi saat otot jantung tidak memiliki cukup darah dan oksigen. Kondisi ini mengakibatkan otot berhenti dan mengalami serangan jantung.

Serangan jantung umumnya terjadi saat gumpalan darah (trombosis koroner) berkembang dari plak di salah satu arteri koroner. Gumpalan darah cukup besar trombosis koroner dapat menghentikan pemikiran darah ke jantung.

Gejala serangan jantung mencakup:

  • Pusing
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Paras terlihat bubuk-abu
  • Ketidaknyamanan dada dan sakit ringan, atau sakit dada
  • Perasaan tak sehat secara keseluruhan dan cemas
  • Gelisah
  • Berkeringat dan kulit berair
  • Mual dan muntah

Gejala pertama umumnya yakni nyeri dada yang menyebar ke leher, rahang, pendengaran, lengan, dan pergelangan tangan, dan kemungkinan menyebar ke tulang belikat, punggung, atau perut.

Penaksiran Penyakit Jantung Iskemik

Riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan sejumlah tes bisa membantu mendiagnosis penyakit jantung iskemik, tergolong:

1. Echocardiogram

Alat ini yakni pemindaian ultrasound yang menyelidiki pompa jantung, dengan menggunakan gelombang suara buat memamerkan gambar video.

2. Monitor Holter

Adalah perangkat portabel yang digunakan pada pasien selama beberapa hari atau lebih. Alat ini dapat mencatat semua aktivitas listrik jantung, tergolong detak jantung.

3. Elektrokardiogram (EKG)

Alat ini bisa mencatat aktivitas listrik dan ritme pada jantung.

4. Tes stres

Sementara ts ini mungkin memakai alat treadmill atau obat-obatan yang membuat jantung stres.

5. Kateterisasi koroner

Diagnosis penyakit jantung iskemik yang sesuatu ini dengan cara menyuntikkan zat warna ke dalam arteri jantung, dikerjakan lewat kateter yang di-ulir melalui arteri (biasanya di kaki atau lengan) ke arteri di jantung. X-ray lalu mendeteksi bintik-bintik atau penyumbatan yg terlihat oleh pewarna.

6. CT scan

Seperti yg mungkin sudah Anda tahu, alat ini menolong dokter bagi menggambarkan arteri, mendeteksi kalsium dalam endapan lemak yg mempersempit arteri koroner, dan buat mengkarakterisasi kelainan jantung yang yang lain.

7. Tes darah

Tes ini memiliki kegunaan buat mengukur kadar kolesterol darah, khususnya pada orang yg berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau kolesterol, kelebihan berat badan, dan tekanan darah tinggi, serta kondisi yg lain, seperti kelenjar tiroid yg kurang aktif, atau kondisi apa pun yang meningkatkan kadar kolesterol.

8. Nuclear ventriculography

Ini memakai pelacak atau materi radioaktif buat memberikan ruang jantung. Bahan disuntikkan ke dalam vena. Ini melekat pada sel darah merah dan melalui jantung. Kamera atau pemindai khusus mampu melacak pergerakan.

Pengobatan Penyakit Jantung Iskemik

Penyakit jantung iskemik susah disembuhkan, namun perawatan dengan teknologi mampu dilakukan secara efektif. Perawatan penyakit ini bisa dikerjakan dengan:

1. Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup termasuk mengonsumsi makanan sehat, olahraga secara terencana, dan berhenti merokok.

2. Obat obatan

Mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan bisa menangani penyakit jantung iskemik, di antaranya:

  • Statin

Ini adalah satu-satunya obat yang terbukti berdampak konkret dalam pengobatan penyakit jantung iskemik, namun bila penderitanya memiliki kelainan kolesterol yang lain, kemungkinan ini tak bekerja.

  • Beta blockers

Ini bisa dipakai buat menghemat tekanan darah dan detak jantung, khususnya pada orang yang pernah mengalami serangan jantung.

  • Nitroglycerin patches, semprotan, atau tablet

Obat-obat ini mampu menertibkan nyeri dada dengan mengurangi kebutuhan jantung akan darah dengan memperlebar arteri koroner.

  • Blocker kanal kalsium

Obat ini berguna memperlebar arteri koroner, memungkinkan ajaran darah yang lebih besar ke jantung, dan meminimalisir tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Aspirin dosis rendah

Aspirin mampu meminimalisir pembekuan darah dan menurunkan kemungkinan angina atau serangan jantung pada orang yg berisiko tinggi kepada kardiovaskular.

  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor

Obat ini menurunkan tekanan darah dan menolong memperlambat atau menghentikan kemajuan penyakit jantung iskemik.

3. Pembedahan

Jika pembuluh darah sungguh sempit atau bila gejalanya tidak merespons kepada obat-obatan, pembedahan bisa dilaksanakan buat melancarkan dengan membuka atau mengganti arteri yg tersumbat:

  • Operasi laser

Ini dijalankan dengan menciptakan dua lubang kecil di otot jantung, yg memiliki kegunaan buat mendorong pembentukan pembuluh darah gres.

  • Operasi bypass koroner

Dokter bedah akan menggunakan pembuluh darah dari bab lain badan untuk membuat jalan pintas (bypass) yang dapat menanggulangi arteri yang tersumbat. Bahan bypass bisa berasal dari kaki atau arteri dinding dada bagian dalam.

  • Angioplasti dan penempatan stent

Kateter dimasukkan ke bagian arteri yg menyempit. Balon kempes dimasukkan lewat kateter ke daerah yg terkena. Ketika balon dipompa, dia mengompres timbunan lemak di dinding arteri. Stent atau tabung mesh, dapat dibiarkan di arteri buat membantu membuatnya tetap terbuka.



Selain selaku media isu kesehatan, kita juga menyebarkan postingan terkait bisnis.

Posting Komentar
Tutup Iklan
Floating Ad Space