Asam Salisilat: Manfaat, Takaran, Imbas Samping
DokterSehat.Com – Asam salisilat obat apa? Asam salisilat yakni obat yang dipakai bagi menanggulangi berbagai macam persoalan kulit. Ketahui lebih jauh ihwal asam salisilat mulai dari faedah, takaran, efek samping, dan yg yang lain wacana asam salisilat berikut ini.
Cara Kerja Obat
Asam salisilat masuk ke dalam golongan obat keratolitik. Apa itu keratolitik? Keratolitik yakni zat agen yg mampu melunakkan lapisan keratin pada kulit. Agen ini bekerja mengatasi duduk perkara kulit dengan cara menolong pengelupasan sel-sel kulit.
Manfaat Asam Salisilat
Kegunaan asam salisilat secara lazim yakni buat mengatasi dilema kulit. Berikut merupakan dua indikasi asam salisilat:
- Psoriasis
- Iktiosis
- Ketombe
- Kapalan
- Mata ikan
- Kutil di tangan atau kaki
- Mengatasi infeksi dan menghalangi jerawat muncul kembali
Meskipun mengatasi kutil menjadi salah satu fungsi asam salisilat, namun asam salisilat tidak bisa dipakai untuk kutil kelamin, kutil pada paras , kutil yang ditumbuhi rambut, kutil pada hidung, kutil pada ekspresi, tahi lalat, dan tanda lahir.
Dosis Asam Salisilat
Asam salisilat tersedia dalam dua bentuk sediaan akan dari krim, gel, lotion, sampo, salep, cairan, dan masih banyak bentuk lainnya. Takaran asam salisilat pastinya disesuaikan dengan sediaan dan juga dengan kondisi yang hendak diobati.
Berikut yakni dua takaran asam salisilat yg direkomendasikan dari sediaan yang paling umum didapatkan:
1. Dosis asam salisilat krim topikal
- Mata ikan: krim 2-10%, gunakan sesuai kebutuhan. Gunakan krim 25-60% setiap 3 sampai 5 hari sekali.
- Jerawat: gel 0,5-5%, gunakan sesuatu kali sehari.
- Psoriasis: gunakan gel 5%, sesuatu kali sehari.
- Kutil: gunakan gel 5-26%, sesuatu kali sehari.
2. Takaran asam salisilat lotion
- Jerawat: lotion 1-2%, gunakan sebanyak 1-3 kali per hari.
- Ketombe: lotion 1,8-2%, gunakan sebanyak 1-3 kali per hari.
3. Dosis asam salisilat salep
- Jerawat: salep 3-6% sesuai kebutuhan.
- Psoriasis dan ketombe: salep 3-10% sesuai kebutuhan.
- Kutil: salep 3-10%, gunakan sesuai kebutuhan. Salep 25-60%, gunakan sesuatu kali setiap 3 sampai 5 hari.
Petunjuk Penggunaan Asam Salisilat
Penggunaan obat asam salisilat semestinya dipakai sesuai dengan aturannya. Berikut ialah petunjuk penggunaan asam salisilat:
- Asam salisilat digunakan selaku obat topikal yg hanya mampu dipakai bagi penggunaan luar.
- Gunakan obat sesuai dengan petunjuk penggunaan menyesuaikan dengan sediaan yang digunakan.
- Gunakan obat sesuai dengan dosis yg direkomendasikan.
- Hindari penggunaan obat pada area sensitif seperti mata, hidung, verbal, dan mukosa.
- Jika tidak sengaja menelan asam salisilat, segera hubungi pemasoklayanan kesehatan.
Petunjuk Penyimpanan Asam Salisilat
Berikut yakni petunjuk penyimpanan asam salisilat yang harus diperhatikan:
- Simpan asam salisilat pada suhu di bawah 25°C.
- Simpan obat asam salisilat di tempat kering dan tak basah, jangan simpan di kamar mandi.
- Hindari obat asam salisilat dari cahaya atau sinar matahari segera.
- Hindari obat asam salisilat dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan.
- Jika obat telah memasuki abad expired, jangan buang obat yang berasal pilih, bahas dengan apoteker perihal isyarat pembuangan obat ini.
Efek Samping Asam Salisilat
Obat-obatan jenis apapun memiliki peluang menyebabkan efek samping, begitu pula dengan Asam Salisilat. Beberapa imbas samping yg mungkin timbul dari obat asam salisilat yakni sebagai berikut ini:
- Iritasi kulit
- Sensasi terbakar pada kulit
Imbas samping lain yang lebih serius namun lebih sering terjadi yakni:
- Kebingungan
- Pusing
- Kelelalah
- Sakit kepala
- Nafas cepat
- Dengung pada pendengaran
- Gangguan telinga
- Mual
- Muntah
- Diare
Imbas samping berbentukreaksi alergi juga mungkin muncul berupa:
- Gatal
- Tenggorokan sesak
- Kesulitan bernafas
- Lemas
- Pembengkakan pada mata, muka, bibir, dan pengecap
Imbas samping di atas tidak selalu terjadi. Imbas samping mampu terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.
Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, secepatnya bahas dengan dokter bagi mendapatkan penanganan lebih lanjut dan hentikan penggunaan obat.
Hubungan Obat Asam Salisilat
Hubungan obat mampu terjadi saat asam salisilat digunakan bareng dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Hubungan obat mengakibatkan efektivitas obat menurun dan bisa meningkatkan peluangterjadinya efek samping.
Berikut adalah jenis obat yang semestinya tidak dipakai bareng dengan asam salisilat:
- Adapalene topikal
- Benzoyl peroxide topika
- Alitretinoin topikal
- Clindamycin
- Hydroquinone
- Mequinol
- Isotretinoin
- Tretinoin topikal
- Tazarotene
Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter jika Anda sedang memakai atau belakangan menggunakan obat-obatan tertentu. Konsumsi alkohol juga bisa mengakibatkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari.
Diskusikan juga dengan dokter wacana jenis kuliner atau minuman yg semestinya dikesampingkan selama penggunaan obat asam salisilat untuk menyingkir dari interaksi obat.
Peringatan dan Perhatian Asam Salisilat
Asam salisilat termasuk ke dalam jenis obat bebas yg penggunaannya tak mesti melalui resep dokter. Berikut ialah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat asam salisilat:
- Jangan gunakan asam salisilat pada pasien yg hipersensitif terhadap asam salisilat dan unsur lain yg terkandung dalam obat. Beri tahu dokter jikalau Anda memiliki riwayat alergi jenis obat tertentu mirip obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
- Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki kondisi diabetes, penyakit pembuluh darah, gangguan ginjal, dan gangguan hati.
- Penggunaan asam salisilat pada anak usia di bawah 2 tahun tak direkomendasikan, sebaiknya diskusikan lebih dahulu dengan dokter perihal penggunaannya.
- Beri tahu dokter seandainya Anda sedang hamil, melakukan menyiapkan kehamilan atau melakukan menyusui. Jika Anda hamil saat sedang menjalani pengobatan dengan obat ini, segera beri tahu dokter.
Sumber:
- Salicylic Acid (Topical Route) – https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/salicylic-acid-topical-route/precautions/drg-20066030 diakses 10 April 2019
- Salicylic acid topical Drug Interactions – https://www.drugs.com/drug-interactions/salicylic-acid-topical.html diakses 10 April 2019
- Salicylic Acid Topical – https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a607072.html diakses 10 April 2019
Selain selaku media info kesehatan, kalian juga mengembangkan postingan terkait bisnis.
