HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar
Banner Ad Space

5 Mitos Wacana Seafood (No. 2 Banyak Diandalkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

seafood-kerang-doktersehat
Photo Source: Pexels

DokterSehat.Com– Siapa yg tidak senang dengan seafood atau kuliner maritim? Makanan bahari diketahui tinggi kandungan nutrisi yang bagus buat kesehatan badan. Hanya saja, ada berbagai mitos tentang seafood yang membuat kalian seringkali ragu bagi memakannya. Seperti apa fakta kesehatan di baliknya?

Mitos wacana seafood dan fakta bekerjsama

Mitos-mitos perihal seafood ini lazimnya terkait dengan hadirnya duduk kasus-duduk kasus kesehatan tertentu kalau kita mengonsumsinya. Masalahnya merupakan tak semua mitos ini ternyata sesuai dengan fakta kesehatan.

Berikut yakni beberapa mitos wacana seafood dan kebenarannya:

  1. Seafood mampu menjadikan kolesterol tinggi

Mitos yg menyebut kebiasaan makan seafood mampu mengakibatkan kolesterol tinggi tak sepenuhnya benar.

Sebagian besar masakan bahari condong memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yg tinggi. Hanya saja, seafood bergotong-royong juga mempunyai kadar kolesterol baik (HDL) yg tinggi. Kolesterol baik inilah yang bisa menolong badan menjaga keseimbangan kolesterol sehingga kita pun tidak akan mudah terkena masalah kolesterol tinggi.

Asalkan konsumsi seafood masih wajar, tak terlampau sering atau tak terlampau banyak porsinya, risiko terkena kolesterol tinggi bisa ditekan. Selain itu, kami juga harus memperhatikan cara pembuatan seafood.

Jika seafood digoreng atau diberi aksesori mentega, mampu jadi kadar kolesterolnya mulai meningkat dengan signifikan. Ad interim itu, kalau seafood diolah dengan cara direbus atau dikukus, kadar kolesterolnya biasanya tak akan naik sehingga aman bagi dikonsumsi.

Kita juga mesti pandai-pandai memilih seafood agar dapat mengonsumsi seafood dengan kadar kolesterol yang tidak terlampau tinggi sehingga lebih aman bagi kesehatan.

  1. Tidak boleh minum jeruk sehabis makan seafood

Poly orang yang percaya bila sesudah makan seafood, sebaiknya kami tak mengonsumsi minuman jeruk karena bisa memicu keracunan masakan. Padahal, menurut pakar kesehatan, doktrin ini sama sekali tidak benar.

Kandungan vitamin C yang tinggi di dalam minuman jeruk disebut-sebut mampu membahayakan kesehatan setelah makan kuliner maritim. Padahal, keberadaan vitamin C ini justru mampu memberikan manfaat kesehatan, tepatnya dalam hal menghambat penyerapan kandungan lemak di dalam usus.

Sebagaimana kalian ketahui, lemak di dalam seafood umumnya cukup tinggi. Dengan terhambatnya perembesan lemak ini, maka badan, terutama organ kardiovaskular bisa menjadi lebih sehat meskipun kami hobi makan seafood.

Meskipun boleh mengonsumsi minuman jeruk setelah makan seafood, tentukan bahwa minuman ini tidak diberi komplemen gula karena dapat membuat konsumsi gula berlebihan yg berimbas buruk pada berat badan, risiko diabetes, dan risiko kolesterol tinggi.

  1. Ikan mampu sebabkan keracunan merkuri

Memang, sebagian ikan maritim memiliki kandungan merkuri, tetapi asalkan ikan ini tidak dikonsumsi dengan berlebihan, dampaknya biasanya tidak akan berbahaya bagi kesehatan. Meskipun begitu, kami memang sebaiknya menghindari ikan dengan kandungan merkuri tinggi seperti ikan tuna sirip kuning, ikan hiu, ikan king mackerel, serta ikan pedang.

Ikan laut yang biasa dimakan mirip salmon, tuna, dan sarden umumnya tidak akan menjadikan keracunan merkuri asalkan dikonsumsi dengan jumlah dan frekuensi yg wajar.

  1. Ikan beku tak bergizi

Ikan beku memang cukup simpel bagi dimasak. Hanya saja, banyak orang yang menganggapnya tidak memiliki nilai gizi. Padahal, pergantian suhu ini hanya ditujukan supaya ikan ini tetap segar dalam waktu yg lama, bukannya menurunkan nilai gizinya. Asalkan dicairkan dengan tepat sebelum dimasak, kandungan nutrisinya tak mulai rusak.

  1. Ibu hamil dihentikan makan ikan

Justru, ikan sangat direkomendasikan buat ibu hamil alasannya dapat menyediakan protein, asam lemak omega 3, dan nutrisi lain yg baik untuk kesehatan dan perkembangan kehamilan.



Selain sebagai media info kesehatan, kami juga mengembangkan postingan terkait bisnis.

Posting Komentar
Tutup Iklan
Floating Ad Space